Kue Vintage Kenangan (8 inci)
Saya telah mencoba membuat kue ini berkali-kali dengan berbagai cara dan resep, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Namun, versi ini sangat mudah dikerjakan dan hampir dijamin berhasil. Jika Anda mengocok putih telur hingga kaku dengan benar, tidak akan ada masalah! Kue 8 inci tidak akan cukup, karena aromanya begitu harum dan rasanya sangat enak.😋 Tentu saja, jangan salahkan saya jika ada masalah karena Anda mengubah resep ini😂. Tidak peduli seakurat apa pun Anda mengikuti resep, kesalahan bisa terjadi selama proses pembuatan. Jadi, jangan ubah resepnya. Terutama untuk resep kue, lebih baik tidak dimodifikasi. Saya berharap Anda bisa membuat kue yang lezat. Semoga berhasil!😁
Bahan-bahan
Langkah-langkah
Panaskan minyak nabati di microwave selama 1 menit. Hati-hati jangan sampai terlalu panas. Jika minyak terlalu panas, tepung bisa matang. Langkah ini sangat penting. Banyak resep kue vintage yang menyertakan langkah ini, tetapi memanaskannya di kompor gas dapat menyebabkan kepanasan. Menggunakan microwave memungkinkan pengendalian waktu dan suhu yang stabil!
Ayak tepung ke dalam minyak, lalu aduk dengan gerakan zigzag untuk menghindari adonan menjadi terlalu elastis.
Ini adalah teknik mengaduk zigzag yang sering digunakan dalam pembuatan kue.
Pisahkan kuning telur dan putih telur, lalu masukkan putih telur ke dalam lemari es agar dingin. Tambahkan kuning telur dan susu ke adonan, dan aduk dengan teknik zigzag sampai rata.
Beginilah konsistensi adonan setelah tercampur. Pada tahap ini, panaskan oven: untuk oven kecil, atur suhu atas menjadi 120°C dan bawah menjadi 130°C; untuk oven besar, atur suhu atas dan bawah menjadi 130°C. Gunakan termometer oven untuk memeriksa suhu yang akurat. Suhu yang ditampilkan pada oven dapat menyesatkan. Beberapa oven cenderung terlalu panas atau memiliki suhu di bawah yang diharapkan!
Jika menggunakan loyang dengan dasar yang dapat dilepas, bungkus dasar loyang dengan dua lapisan aluminium foil untuk mempersiapkan steam bake. Pastikan aluminium foil tertutup rapat sehingga air tidak masuk. Lapisi loyang dengan kertas roti.
Kocok putih telur. Pisahkan putih telur terlebih dahulu, lalu tambahkan sebagian gula. Pada tahap ini, Anda akan melihat busa berbentuk 'mata ikan'.
Gambar sebelumnya menunjukkan mixer yang sedang beroperasi. Di sini ditampilkan kondisi 'mata ikan' saat mixer dihentikan. Untuk menguasainya, dibutuhkan pengamatan dan latihan yang banyak!
Ketika busa menjadi lebih halus, tambahkan gula untuk kedua kalinya.
Setelah busa tidak beraturan menghilang, tambahkan sisa gula untuk ketiga kalinya. Jika mixer diangkat dan busa membentuk puncak lembut yang halus, mengkilap, dan seperti mutiara, maka ini adalah tahap puncak medium yang basah.
Masukkan sepertiga putih telur yang telah dikocok ke campuran kuning telur, lalu aduk dengan gerakan memotong hingga tercampur rata.
Tuang semua campuran ke dalam sisa putih telur yang telah dikocok, lalu aduk perlahan dengan gerakan memotong hingga tercampur sempurna.
Tuang adonan ke dalam loyang dan ketuk perlahan untuk menghilangkan gelembung di permukaan.
Letakkan loyang di atas nampan yang diisi air hingga setengahnya, lalu masukkan ke dalam oven untuk memanggang. Ini adalah metode steam bake.
Panggang pada suhu 130°C selama 60 menit. Setelah matang, ketuk-ketuk kue untuk menghilangkan uap. Setelah dingin, lepaskan aluminium foil dan keluarkan dari loyang. Kue tidak perlu dibalik! Sesuaikan suhu dengan karakteristik oven Anda. Oven saya cenderung cepat panas dan cepat berubah warna menjadi cokelat, jadi memanggang dengan suhu rendah perlahan memberikan hasil yang lebih baik.
Rasanya begitu enak sehingga sulit untuk berhenti menikmatinya. Dan sangat mudah untuk memanggangnya!