Roti Brioche Buatan Tangan dengan Ubi Ungu
Roti panggang adalah makanan sarapan yang penuh energi. Tidak hanya cocok dengan susu atau susu kedelai, tetapi juga bisa dinikmati dengan olesan selai atau selai kacang, atau dijadikan sandwich dengan buah atau sayuran segar sehingga sangat bergizi dan serbaguna. Sebelumnya, telah diperkenalkan resep roti susu Hokkaido dan roti semangka, tetapi kali ini, resep roti yang sangat sederhana, lembut, dan halus, yang bahkan pemula pun dapat mencoba tanpa harus mengembangkan gluten, akan diperkenalkan.
Bahan-bahan
Langkah-langkah
Kupas ubi ungu dan potong menjadi ukuran yang sesuai. Anda juga dapat menggunakan ubi biasa.
Kukus ubi ungu selama sekitar 20 menit setelah air mulai mendidih.
Tumbuk ubi selagi panas hingga menjadi pasta yang halus.
Campurkan pasta dengan 10g susu dan 5g gula. Sesuaikan jumlah gula berdasarkan rasa ubi. Anda juga dapat menggunakan air sebagai pengganti susu.
Campurkan 190g tepung protein tinggi dengan 80g tepung serbaguna. Biasanya, roti panggang hanya dibuat dengan tepung protein tinggi, tetapi menambahkan sedikit tepung serbaguna akan menghasilkan tekstur yang lebih lembut. Namun, jika hanya menggunakan tepung protein tinggi, roti bisa menjadi terlalu kenyal, jadi harap diperhatikan.
Tambahkan 1 butir telur, 100g susu, 30g gula, 30g minyak nabati, dan 2g garam. Sesuaikan jumlah gula sesuai selera. Anda juga bisa menggunakan minyak netral (misalnya, minyak jagung atau minyak bunga matahari) sebagai pengganti.
Buat lubang di tengah campuran tepung untuk menempatkan 5g ragi kering. Pastikan ragi tidak bersentuhan langsung dengan garam.
Campurkan semua bahan secara perlahan hingga menjadi adonan.
Taburi meja kerja dengan tepung dan uleni adonan hingga lembut dan tidak lengket.
Gunakan penggulung adonan untuk membentuk adonan menjadi persegi panjang besar.
Oleskan pasta ubi ungu pada 2/3 bagian adonan.
Lipat adonan menjadi tiga, dimulai dari bagian yang tidak berisi pasta.
Gulung adonan sekali lagi dengan penggulung adonan.
Lipat lagi menjadi tiga dengan cara yang sama.
Gulung adonan dengan lembut dan buat dua sayatan vertikal, sambil menyisakan bagian tepi.
Putar bagian yang telah dipotong untuk membentuk pola.
Lipat ujung adonan yang telah dipelintir dan masukkan ke dalam loyang roti.
Masukkan loyang ke dalam oven atau wadah tertutup untuk proses fermentasi. Dalam musim dingin, Anda dapat menempatkan wadah berisi air hangat di sebelahnya untuk mempercepat fermentasi.
Fermentasi selesai ketika adonan mengisi sekitar 80% dari loyang. Waktu fermentasi tergantung pada suhu, kelembapan, dan aktivitas ragi, biasanya berlangsung sekitar 30 menit hingga 1 jam.
Oleskan susu atau campuran susu dan telur pada permukaan adonan. Panaskan oven pada suhu 175℃ (waktu pemanasan tergantung pada oven, sekitar 5-15 menit).
Masukkan loyang ke dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya pada suhu 175℃ dan panggang selama sekitar 40 menit. Perhatikan warna dan tinggi roti selama proses memanggang. Hasil mungkin berbeda tergantung pada karakteristik oven Anda. Angkat roti setelah selesai.
Setelah roti selesai dipanggang, keluarkan dari loyang segera dan balikkan untuk mendingin. Potong menjadi ukuran yang sesuai dan sajikan.
Simpan sisa roti dalam wadah tertutup di freezer (bukan kulkas). Konsumsi dalam waktu 2 minggu. Panaskan dalam microwave atau oven sebelum dinikmati.