Foto masakan selesai dari Focaccia Italia yang Dibuat dengan Minyak Zaitun, Resep Sederhana yang Cocok untuk Pemula!

Focaccia Italia yang Dibuat dengan Minyak Zaitun, Resep Sederhana yang Cocok untuk Pemula!

Focaccia adalah salah satu roti klasik Italia. Menurut sebuah legenda, orang Italia menyadari bahwa mereka kehabisan bahan topping saat membuat pizza. Jadi, setelah memanggang pizza, mereka mengoleskan sedikit minyak zaitun pada adonan yang tersisa, menambahkan beberapa bumbu rempah, dan memanggangnya dengan sisa panas tungku batu. Selama memanggang, aroma harumnya memenuhi ruangan. Roti yang baru dipanggang memiliki tekstur luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut. Setelah mencobanya, Anda tidak akan bisa melupakannya. Waktu 1 jam Kesulitan ★

Bahan-bahan

Tepung Terigu Protein Tinggi600g
Garam10-12g
Ragi Kering8-9g
Air430g
Minyak Zaitun4 sdm
Rosemary1 tangkai
Garam LautSejumput
Tepung Malt untuk Panggang (Opsional, untuk tambahan rasa)Sejumput

Langkah-langkah

1

Meningkatkan rasa dengan fermentasi dingin. - Tempatkan adonan ke dalam wadah dan biarkan di dalam kulkas semalaman. Keluarkan 3 jam sebelum digunakan. - Alasi loyang oven dengan kertas roti dan taburi sedikit minyak zaitun di atasnya. Jika Anda memiliki tepung malt untuk panggang, taburkan sedikit untuk menambah tekstur renyah.

undefined 1
Klik untuk memperbesar
2

Keluarkan adonan dari wadah, ratakan sedikit dan letakkan di atas loyang oven. Tutup dengan kertas roti lain untuk mencegah kering. - Biarkan fermentasi pada suhu ruang sekitar 2 jam.

undefined 2
Klik untuk memperbesar
3

- Lepas kertas roti di atasnya. Ratakan adonan dengan tangan hingga menutupi permukaan loyang. Buat lubang-lubang kecil di adonan dengan jari Anda (pastikan menekan hingga ke dasar). - Taburkan sedikit minyak zaitun di atas adonan. Taburi dengan garam laut dan rosemary (jika tidak ada rosemary, Anda bisa menggantinya dengan jintan, wijen, atau serpihan cabai, tetapi disarankan menggunakan rasa original terlebih dahulu dengan bumbu secukupnya). - Biarkan adonan mengistirahatkan selama tambahan 30 menit, lalu panaskan oven hingga 200°C (400°F). - Panggang adonan selama 20-25 menit. Roti ini tidak akan mengembang banyak tetapi memiliki warna panggangan yang indah.

undefined 3
Klik untuk memperbesar
4

- Untuk tekstur yang lebih renyah, tingkatkan suhu. Jika Anda lebih suka roti yang lembut, turunkan suhu. - Jika warna panggangan masih kurang, kemungkinan roti belum matang sepenuhnya, lanjutkan memanggang!

undefined 4
Klik untuk memperbesar
5

Jika Anda ingin membuat dan memakannya di hari yang sama: - Proses umumnya sama, tetapi perbedaannya adalah adonan difermentasi dalam wadah besar tertutup di suhu ruang (atau di dalam mangkuk yang ditutupi kain). Waktu fermentasi sekitar 1,5-2 jam. - Setelah fermentasi selesai, letakkan adonan di atas loyang oven dan lanjutkan dengan langkah-langkah di atas. - Keuntungan dari metode 1 adalah fermentasi dalam waktu lama di kulkas meningkatkan rasa dan tekstur, tetapi memanggang di hari yang sama juga menghasilkan roti yang sangat baik.

undefined 5
Klik untuk memperbesar

Tips memasak

Ada dua cara untuk mengfermentasi adonan: Pertama, fermentasi di kulkas semalaman dan memanggang keesokan harinya. Kedua, membuat dan memanggangnya pada hari yang sama. Metode mana pun akan menghasilkan roti yang lezat.