Buchimgae Leek Fermentasi
Saya suka membuat panekuk Korea menggunakan adonan yang difermentasi. Terlebih lagi, anak-anak dapat dengan mudah mencernanya, dan adonan fermentasi membuat makanan lebih mudah dimakan, bahkan ketika sudah dingin tidak menjadi keras. Di antara semua jenis panekuk, panekuk daun bawang adalah favorit saya.
Bahan-bahan
Langkah-langkah
Larutkan 5 gram ragi dengan 10 gram gula dalam 270 gram air hangat. Karena daya serap tepung berbeda-beda, Anda bisa menyisihkan 10 gram air. Setelah menambahkan tepung, tambahkan satu butir telur dan aduk menggunakan sumpit hingga menggumpal, lalu uleni dengan tangan. Jika adonan lengket, Anda dapat mengoleskan sedikit minyak goreng di telapak tangan atau taburi sedikit tepung. Letakkan adonan dalam mangkuk dan biarkan fermentasi hingga mengembang dua kali lipat.
Sambil menunggu fermentasi, cuci bersih daun bawang kemudian potong kecil-kecil setelah mengeringkannya. Rendam bihun terlebih dahulu dalam air panas dan potong kecil-kecil. Saya menggunakan 5 butir telur, masak, lalu potong kecil-kecil.
Kempiskan adonan yang sudah difermentasi, gulung memanjang, potong, lalu bentuk bulatan, dan diamkan sebentar.
Setelah adonan siap, buat isinya. Karena daun bawang mudah mengeluarkan air, sebaiknya segera campur isi dan bungkus. Dengan cara ini, warna hijau daun bawang tetap terjaga. Tambahkan 20 gram saus tiram, sejumput Thirteen Spice, sedikit garam, secukupnya minyak jagung, dan minyak wijen. Menggabungkan dua jenis minyak membuat isi terasa lebih lezat.
Gilas adonan hingga bagian tengahnya tebal dan tepianya tipis, lalu tambahkan isi.
Bungkus isi dengan adonan sehingga membentuk seperti pangsit.
Setelah semuanya terbungkus, tekan perlahan dengan tangan hingga bentuknya pipih dan bulat. Jika ingin kulit lebih tipis, gilas ringan dengan penggilas adonan. Lakukan ini dengan lembut karena daun bawang cenderung mengeluarkan air, sehingga kulit mudah robek.
Panaskan wajan dan tambahkan minyak goreng secukupnya. Masukkan panekuk daun bawang dan masak hingga satu sisi matang lalu balik. Tutup wajan dengan penutup dan tekan pinggir panekuk menggunakan spatula. Ketika bagian luar panekuk menggembung kembali, itu tandanya bagian dalam sudah matang. Masak kedua sisi hingga keemasan.
Kulitnya terlihat tipis, bukan? Terlihat lezat, kan? Khususnya baik untuk anak-anak, makan panekuk dari adonan fermentasi sangat bermanfaat. Apa pun isi yang dimasukkan, adonan fermentasi mudah dicerna dan tidak keras.
Satu gigitan dan Anda akan merasakan isian yang melimpah dengan kulit luar yang renyah. Benar-benar lezat! 😋