Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi)
Karena wafel ini dibuat dengan adonan yang difermentasi menggunakan ragi kering, aromanya lebih harum dan hasilnya juga lebih sehat. Dari sini lahir resep favorit saya. Setelah itu saya sedikit mengembangkannya lagi dengan menambahkan isian keju dan bacon. Saat dipanggang, kejunya meleleh seperti lava yang mengalir keluar, menyebarkan aroma gurih yang menggugah selera ke seluruh wafel. Setelah adonan dibuat bisa langsung dipanggang, atau bisa juga dibuat sehari sebelumnya lalu didiamkan semalaman di lemari es, kemudian keesokan paginya dinikmati sebagai wafel yang baru saja matang. Sangat praktis.
Bahan-bahan
Langkah-langkah
Takar semua bahan yang dibutuhkan untuk wafel, dan biarkan mentega pada suhu ruang hingga menjadi lembut.
Masukkan semua bahan ke dalam bread maker lalu nyalakan mode adonan (sekitar 15 menit) dan uleni hingga terbentuk adonan yang kasar namun sudah menyatu. Jika tidak memiliki bread maker, bisa diuleni dengan tangan, tetapi adonannya cukup lengket. Setelah pengulenan selesai, fermentasikan selama sekitar 1 jam hingga volumenya mengembang menjadi dua kali lipat.
Sambil menunggu adonan difermentasi, masukkan bacon ke dalam wajan dan tumis hingga keluar minyaknya dan menjadi renyah, lalu cincang kecil-kecil. Potong satu lembar keju slice menjadi 4 bagian.
Setelah fermentasi selesai, bagi adonan menjadi 8 bagian.
Ambil satu bagian adonan, masukkan keju cincang dan bacon ke dalamnya, lalu bungkus sehingga isian tertutup rapat di dalam adonan.
Panaskan waffle maker, lalu oles tipis minyak di kedua sisinya agar adonan tidak lengket.
Bulatkan adonan berisi isian, letakkan di tengah waffle maker, lalu tekan sedikit.
Begitu penutup waffle maker ditutup, segera balik posisi alatnya. Saat terdengar suara berdesis dan keju memercik serta mulai keluar, dan uap putih mulai muncul, balik kembali waffle maker ke posisi semula lalu buka tutupnya. Pemanggangan selesai.
Gunakan penjepit untuk mengangkat waffle secara perlahan. Paling enak disantap saat masih panas. Setelah dingin, teksturnya akan menjadi sedikit lebih padat dan kenyal.