Foto masakan selesai dari Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi)

Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi)

Karena wafel ini dibuat dengan adonan yang difermentasi menggunakan ragi kering, aromanya lebih harum dan hasilnya juga lebih sehat. Dari sini lahir resep favorit saya. Setelah itu saya sedikit mengembangkannya lagi dengan menambahkan isian keju dan bacon. Saat dipanggang, kejunya meleleh seperti lava yang mengalir keluar, menyebarkan aroma gurih yang menggugah selera ke seluruh wafel. Setelah adonan dibuat bisa langsung dipanggang, atau bisa juga dibuat sehari sebelumnya lalu didiamkan semalaman di lemari es, kemudian keesokan paginya dinikmati sebagai wafel yang baru saja matang. Sangat praktis.

Bahan-bahan

Tepung terigu protein rendah (tepung untuk kue)200 g
Telur55–60 g
Susu60 g
Gula pasir halus40 g
Garam2 g
Ragi kering2 g
Mentega50 g
Irisan keju (isian)2 lembar
Bacon (isian)1 lembar

Langkah-langkah

1

Takar semua bahan yang dibutuhkan untuk wafel, dan biarkan mentega pada suhu ruang hingga menjadi lembut.

Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi) - Step 1
Klik untuk memperbesar
2

Masukkan semua bahan ke dalam bread maker lalu nyalakan mode adonan (sekitar 15 menit) dan uleni hingga terbentuk adonan yang kasar namun sudah menyatu. Jika tidak memiliki bread maker, bisa diuleni dengan tangan, tetapi adonannya cukup lengket. Setelah pengulenan selesai, fermentasikan selama sekitar 1 jam hingga volumenya mengembang menjadi dua kali lipat.

Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi) - Step 2
Klik untuk memperbesar
3

Sambil menunggu adonan difermentasi, masukkan bacon ke dalam wajan dan tumis hingga keluar minyaknya dan menjadi renyah, lalu cincang kecil-kecil. Potong satu lembar keju slice menjadi 4 bagian.

Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi) - Step 3
Klik untuk memperbesar
4

Setelah fermentasi selesai, bagi adonan menjadi 8 bagian.

Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi) - Step 4
Klik untuk memperbesar
5

Ambil satu bagian adonan, masukkan keju cincang dan bacon ke dalamnya, lalu bungkus sehingga isian tertutup rapat di dalam adonan.

Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi) - Step 5
Klik untuk memperbesar
6

Panaskan waffle maker, lalu oles tipis minyak di kedua sisinya agar adonan tidak lengket.

Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi) - Step 6
Klik untuk memperbesar
7

Bulatkan adonan berisi isian, letakkan di tengah waffle maker, lalu tekan sedikit.

Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi) - Step 7
Klik untuk memperbesar
8

Begitu penutup waffle maker ditutup, segera balik posisi alatnya. Saat terdengar suara berdesis dan keju memercik serta mulai keluar, dan uap putih mulai muncul, balik kembali waffle maker ke posisi semula lalu buka tutupnya. Pemanggangan selesai.

Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi) - Step 8
Klik untuk memperbesar
9

Gunakan penjepit untuk mengangkat waffle secara perlahan. Paling enak disantap saat masih panas. Setelah dingin, teksturnya akan menjadi sedikit lebih padat dan kenyal.

Wafel Keju Leleh dan Bacon (Versi dengan Ragi) - Step 9
Klik untuk memperbesar

Tips memasak

1. Jika menggunakan tepung terigu protein rendah, wafel akan lebih lembut dan empuk, tetapi adonan akan sedikit lebih sulit ditangani. Anda juga bisa menggunakan jumlah yang sama tepung protein tinggi atau sedang (tepung serbaguna/tipe 405), dalam hal ini uleni hingga benar-benar kalis. 2. Semakin tinggi kadar air dan semakin lembut adonan, tekstur wafel setelah dipanggang akan semakin empuk; sebaliknya, jika airnya lebih sedikit dan adonan lebih kental, teksturnya akan menjadi padat dan kokoh. Sesuaikan jumlah cairan dengan daya serap tepung yang digunakan. 3. Adonan akan terasa cukup lengket, tetapi tidak masalah selama semua bahan sudah tercampur merata dan adonan menyatu dengan baik. 4. Jika melakukan fermentasi suhu rendah di lemari es semalaman, pertama-tama uleni adonan lalu lakukan fermentasi pertama pada suhu ruang sekitar 30 menit, kemudian baru masukkan ke lemari es. Keesokan harinya setelah dikeluarkan, lanjutkan dengan langkah-langkah berikutnya seperti biasa. 5. Suhu dan waktu panggang waffle maker berbeda-beda tergantung tipe alatnya, jadi sesuaikan berdasarkan tingkat kematangan yang terlihat. Sebagai patokan, ketika uap putih mulai keluar dan aroma harum mulai tercium, bagian dalam wafel umumnya sudah matang lembut. Jika dipanggang lebih lama, teksturnya akan menjadi lebih renyah dan kering.