Ayam Panggang Natal
Ayam panggang yang tak boleh absen di meja makan Natal! Bahan-bahan yang digunakan pada resep kali ini semuanya sangat simpel dan mudah ditemukan dalam keseharian, jadi setelah membaca resep ini sekali saja dan jika menurut Anda cocok, Anda bisa langsung pergi ke supermarket dan membeli semuanya tanpa masalah. Secara teori, menggunakan kalkun mungkin lebih tepat, tetapi tidak terlalu cocok dengan kebiasaan makan di Tiongkok. Karena itu, sesuaikan saja dengan selera makan di rumah dan siapkan satu ekor ayam pedaging seberat sekitar 1–1,5 kg atau ayam tiga warna. Saya sendiri menggunakan ayam kampung beku yang sudah ada di dalam freezer. Dagingnya memang cenderung lebih ramping sehingga dari luar volumenya mungkin tampak agak kurang berisi, tetapi kalau tidak dibandingkan berdampingan, hampir tidak terasa perbedaannya, haha. Saat membeli, pilihlah ayam dengan bagian dada yang tebal dan berkembang baik.
Bahan-bahan
Langkah-langkah
Siapkan satu ekor ayam utuh, buang leher, kepala, dan kelenjar di pangkal ekor (bagian ampela/ekor), lalu cuci bersih. Tiriskan airnya dan biarkan sebentar.
Tusuk permukaan kulit ayam di seluruh bagian dengan tusuk sate, lalu masukkan brendi, lada, herba campur, kecap asin ringan, saus tiram, sedikit minyak dan garam melalui lubang-lubang itu untuk memarinasi. Setelah semua bumbu dimasukkan, gosok dan pijat bagian luar dan dalam ayam dengan tangan hingga bumbu merata. Dengan cara ini, cita rasa dan aromanya akan lebih meresap ke dalam daging. Jika tidak punya banyak waktu, marinasi sekitar 2 jam saja sudah cukup, tetapi jika memungkinkan, diamkan 5–6 jam agar rasanya jauh lebih enak.
Potong kentang, wortel, zukini, dan bawang bombai menjadi potongan besar. Bawang putih dibelah dua secara melintang dalam keadaan utuh, cabai shishito dipotong serong menjadi 3 bagian, tomat juga dipotong. Talenan saya agak kecil, jadi di foto cabai dan tomat masih tampak utuh. Untuk bentuk potongan akhirnya, silakan lihat foto bahan di bawah.
Sayuran pendamping sebaiknya ditumis sebentar terlebih dahulu di wajan untuk mempersingkat waktu pemanggangan di oven. Jika menggunakan ayam yang kecil, sering kali ayam sudah matang terlebih dahulu sementara sayur belum cukup empuk, jadi akan lebih baik jika sayurnya sedikit dipanaskan dulu. Lelehkan mentega di wajan, masukkan bawang putih dan bawang bombai, lalu tumis sampai harum.
Selanjutnya masukkan kentang, wortel, dan zukini, lalu tumis cepat semuanya hingga tercampur rata.
Tumis selama beberapa menit, lalu masukkan cabai shishito. Taburi lada dan herba campur di atasnya, kemudian beri garam secukupnya. Setelah permukaan kentang mulai sedikit melunak, matikan api.
Masukkan sebagian sayuran tumis ke dalam rongga perut ayam hingga terisi.
Siapkan 1 buah jeruk berukuran pas, masukkan ke dalam perut ayam untuk menutup lubangnya. Lalu ikat bagian paha dan sayap dengan tali dapur dari kain. Dengan begitu, saat dipanggang paha dan sayap tidak akan terbuka terlalu lebar, sehingga setelah matang bentuknya akan lebih rapi dan menarik. Sisanya sayuran disebar mengelilingi ayam. Tomat yang sudah dipotong ditaburkan merata di atas sayuran dan ditambahkan tepat sebelum dimasukkan ke oven. Jangan menumis tomat bersama sayuran lainnya.
Buat "bunga" dari aluminium foil untuk menutup bagian paha ayam, lalu panaskan oven terlebih dahulu hingga 180℃ dan panggang sekitar 100 menit. Oven saya cukup kecil, sehingga jika diletakkan di rak tengah, ayam hampir menyentuh elemen pemanas atas. Karena itu, saya letakkan satu rak di bawah tengah, sekaligus agar sayuran juga mendapat panas lebih lama. Campur 2 sendok makan sisa bumbu marinasi dengan 2 sendok makan madu untuk membuat glasir. Setelah ayam dipanggang sekitar 20 menit, keluarkan sebentar lalu oleskan glasir ini ke permukaan ayam dengan kuas. Jika mendekati matang permukaannya tampak hampir gosong, tutupi bagian atas dengan selembar aluminium foil.
Berikut cara membuat "bunga" aluminium foil. Jika Anda hanya ingin mencegah tulang paha ayam hangus, cukup bungkus bagian tulangnya dengan satu lapis foil. Namun, kalau sudah dibungkus, sekalian saja dibuat menjadi hiasan bunga foil yang cantik. Potong aluminium foil menjadi bujur sangkar kira-kira 10 cm × 10 cm, lalu lipat dua. Mengikuti garis lipatan, gunting bagian tepinya menjadi bentuk seperti kipas dengan potongan-potongan kecil. Pada foto, bagian kiri menunjukkan foil yang masih terlipat dengan guntingan kecil yang baru dibuat, sedangkan bagian kanan adalah contoh setelah dibentangkan.
Dengan foil masih dalam keadaan terlipat, selipkan tusuk gigi di sepanjang garis lipatan, lalu tekan dan usap dengan jari. Dengan memanfaatkan lengkungan tusuk gigi, Anda bisa lebih mudah merapikan lipatan di bagian yang sudah digunting.
Setelah itu, tinggal digulung mengelilingi tulang paha ayam dan bentuk bunga aluminium foil pun selesai.