Roti Adonan Berlapis Rasa Asin dengan Wijen Hitam
Saya sedang menyiapkan roti yang bisa dibuat terlebih dahulu sebagai sarapan baru. Saat terakhir kali saya mengunggah resep bagel sedikit asin dengan wijen hitam, teman saya bahkan berkata, “Sepertinya masa pola makan sehatku dimulai dari roti ini.” Jadi kali ini kita juga memakai wijen hitam, supaya tubuh kita sedikit lebih terawat (#^.^#) Jika mencampurkan sekitar 5% wijen hitam ke dalam total berat adonan, aromanya akan terasa jelas. Terutama untuk roti asin berukuran kecil seperti kali ini, aromanya akan jauh lebih menonjol. Tekstur dan rasanya benar-benar persis seperti selera saya. Kalau sedang ada mood, cobalah buat sekali〜 Poin penting sebelum mulai membuat: ① Agar suhu adonan tidak naik terlalu tinggi, sebaiknya siapkan dulu air es untuk menguleni, atau biarkan adonan istirahat di lemari es selama kurang lebih 30~60 menit. ② Jika menggunakan ragi kering instan, gunakan sekitar 1/3 takaran ragi segar sebagai patokan. ③ Panaskan oven dengan sangat baik. Mulailah preheat dan uap sebelum fermentasi akhir selesai, agar adonan tidak overproof selama proses pemanasan oven hingga mencapai suhu yang ditetapkan.
Bahan-bahan
Langkah-langkah
Masukkan semua bahan adonan ke dalam mangkuk mixer, kecuali mentega. Atur timer selama 12 menit. Pertama uleni dengan kecepatan 1~2 selama sekitar 30 detik hingga tidak ada tepung kering yang terlihat, lalu naikkan ke kecepatan 5 dan terus uleni. Setelah sekitar 6~8 menit, lapisan gluten akan mulai terbentuk sedikit demi sedikit.
Masukkan mentega yang sudah dilunakkan pada suhu ruang.
Dengan kecepatan 3, aduk perlahan agar mentega tercampur rata ke dalam adonan. Setelah itu, naikkan kecepatan ke 5~6 dan terus uleni hingga terbentuk lapisan tipis yang dapat ditarik merata dan elastis.
Masukkan wijen hitam dan aduk dengan kecepatan 1 hingga tersebar merata. Keluarkan adonan, bulatkan, lalu pastikan suhu adonan sekitar 26℃. Masukkan ke dalam wadah, tutup dengan penutup (atau plastik wrap) dan lakukan fermentasi pertama pada suhu 25~28℃.
Fermentasi selama sekitar 50 menit hingga volume adonan hampir menjadi 2 kali lipat.
Keluarkan gas dari adonan yang sudah selesai difermentasi, lalu bagi menjadi potongan-potongan sekitar 62 g per buah.
Bulatkan setiap potongan adonan hingga permukaannya kencang, lalu tutup dengan penutup (atau plastik wrap) dan istirahatkan di lemari es selama sekitar 20~25 menit.
Ambil satu per satu adonan yang sudah diistirahatkan dan bentuk ringan seperti tetesan air. Saat menipiskan dengan rol, tepuk perlahan untuk mengeluarkan gelembung besar. Proses pembentukan awal ini sangat penting dan akan memengaruhi kerapian bentuk pada pembentukan utama berikutnya. Usahakan bentuknya seragam dan rapi. Jepit dan tutup bagian sambungan dengan baik, lalu istirahatkan kembali di lemari es minimal 30 menit.
Potong mentega asin terlebih dahulu menjadi potongan kecil untuk satu porsi masing-masing.
Ambil satu per satu adonan yang sudah diistirahatkan, lalu giling dari bentuk tetesan air menjadi segitiga memanjang. Saat menipiskan, mulai dari sekitar sepertiga bagian atas permukaan adonan, lalu giling ke arah atas dan bawah masing-masing.
Saat menipiskan ke arah bawah, tekan ujung bawah dengan ringan menggunakan tangan kiri untuk menahannya, dan dengan tangan kanan gulirkan rolling pin sambil sedikit demi sedikit memanjangkan adonan ke arah bawah.
Putar adonan dan giling lagi hingga lebih panjang, lalu rapikan menjadi bentuk segitiga dengan panjang sekitar 45 cm.
Bungkus satu potong mentega asin dengan setiap lembar adonan segitiga.
Gulung dari bagian atas ke arah bawah, lalu letakkan di loyang dengan posisi sambungan menghadap ke bawah.
Bentuk semua adonan dengan cara yang sama.
Lakukan fermentasi akhir pada suhu 28~30℃ dengan kelembapan sekitar 80%, hingga volumenya hampir menjadi 2 kali lipat. Setelah fermentasi akhir selesai, taburi sedikit garam kristal kasar (atau garam laut) di permukaan sebagai hiasan.
Jika menggunakan oven Gaobike C60M: masukkan loyang dan berikan uap selama 4 detik pada saat yang sama, lalu panggang selama 14 menit dengan api atas 220℃ dan api bawah 200℃.
Jika menggunakan oven Hauswirt SP50: masukkan loyang dan berikan uap selama 6 detik pada saat yang sama, lalu panggang selama 14 menit dengan api atas 230℃ dan api bawah 180℃. Untuk SP50 yang dibeli sebelum akhir Januari 2022, disarankan memanggang pada 230℃ api atas dan 200℃ api bawah selama 14 menit.
Setelah matang, ketuk ringan cetakan (atau loyang), angkat roti, keluarkan dari cetakan dan biarkan dingin.
Simpan roti di dalam freezer dengan memasukkannya ke dalam kantong atau wadah kedap udara. Sebelum dimakan, semprot ringan permukaannya dengan air, lalu panaskan kembali dalam oven pemanggang roti atau air fryer selama sekitar 3~5 menit.