Kue Kenari dan Labu Kabocha – 【Resep Oven Buydeem】
Butter cake klasik (quatre-quarts) memang sangat lezat, tetapi karena tinggi lemak dan kalori, sering kali membuat kita ragu untuk memakannya. Jika ingin memenuhi keinginan makan yang manis sekaligus menambah energi, namun tetap lebih sehat dan tidak terlalu manis, maka dessert “hadiah” yang simpel dan cepat dibuat ini, yaitu ‘Kue Labu Kabocha dan Kenari’, adalah pilihan yang tepat. Dalam resep ini, lemak diganti dengan minyak kelapa. Minyak kelapa membuat adonan tetap lembap dan menghasilkan tekstur yang empuk dan lembut. Di saat yang sama, minyak kelapa adalah minyak alami yang mengandung asam lemak rantai sedang dan pendek, sehingga kekhawatiran akan kenaikan berat badan pun tidak terlalu besar. Rasa manis alami dari labu kabocha itu sendiri semakin menonjolkan aroma kue, serta memberikan rasa yang lebih lembut dan halus. Selain itu, daya tarik lain dari resep ini adalah mudah dihafal. Tepung terigu protein rendah 150 g, minyak 50 g, gula 50 g, kacang-kacangan 50 g, labu kabocha 200 g, 2 butir telur, baking powder 4 g, baking soda 3 g, garam 1 g.
Bahan-bahan
Langkah-langkah
Siapkan semua bahan. (Pure labu kabocha: kupas kulit labu kabocha, potong seukuran sekali gigit, lalu kukus dengan api besar sekitar 15 menit. Setelah uap panas hilang, haluskan dengan blender hingga menjadi pure lembut, lalu simpan untuk digunakan.)
Jika berada di daerah atau musim yang dingin, cairkan minyak kelapa yang sudah memadat dengan cara ditim terlebih dahulu, lalu biarkan sampai akan digunakan.
Masukkan tepung terigu protein rendah, baking powder, baking soda, garam, dan gula ke dalam mangkuk, lalu aduk hingga semuanya tercampur rata.
Masukkan minyak kelapa yang sudah dicairkan.
Masukkan telur dan pure labu kabocha, lalu aduk hingga tidak ada gumpalan tepung yang tersisa.
Masukkan setengah bagian kacang campur (sekitar 25 g), lalu aduk agar tersebar merata dalam adonan.
Tuang adonan ke dalam loyang, lalu taburkan sisa kacang di permukaannya secara merata. ※ Isi loyang hanya sampai sekitar 80% tinggi. Jika adonan masih tersisa, gunakan loyang lain. (Saya pernah mengisi loyang hingga penuh, sehingga adonan meluap dan menetes ke dasar oven, aduh…! Jangan ulangi kesalahan yang sama!)
Kue ini benar-benar sederhana, sehingga tidak masalah jika baru mulai memanaskan oven setelah loyang masuk. Untuk Buydeem T535, gunakan mode "memanggang" (baking) pada suhu 180℃, letakkan loyang di rak tengah, dan panggang selama 30 menit.
Aroma yang menyebar saat kue baru saja keluar dari oven benar-benar sulit ditahan. Rasanya sedikit asin namun tetap manis, hangat tetapi sama sekali tidak berat. Sungguh luar biasa! Ibu saya juga berkata, “Enak sekali,” dan tidak menyangka bahwa cake gandum utuh bisa memiliki tekstur yang begitu halus sekaligus begitu menarik saat dimakan.
Keesokan harinya, hangatkan di microwave sekitar 40 detik hingga menjadi sedikit hangat. Untuk semakin memperkaya rasa, saya menambahkan topping yogurt kental (yogurt yang sudah dikurangi airnya). Kalorinya rendah, teksturnya licin, rasanya dalam namun tetap creamy, tampilannya menarik dan sangat cocok dipadukan dengan kue ini.