Roti Tawar Susu Mangga dan Santan
Roti ini dibuat dengan potongan mangga kering yang telah direndam rum hingga empuk, kemudian dicampurkan merata ke dalam adonan beraroma lembut santan. Hasilnya adalah roti dengan keseimbangan rasa yang sangat istimewa. Sebelum mulai membuat, harap baca terlebih dahulu catatan perhatian yang tertera di bagian paling akhir.
Bahan-bahan
Langkah-langkah
Persiapan awal: Mangga kering yang direndam rum: Rendam mangga kering hingga menjadi lembut, lalu cincang halus dan rendam dalam rum.
Masukkan semua bahan adonan kecuali mentega ke dalam mangkuk mixer M6. Atur timer selama 12 menit. Pertama uleni dengan kecepatan rendah level 1–2 selama sekitar 30 detik, lalu ketika hampir tidak ada tepung kering, naikkan ke kecepatan sedang–tinggi level 5–6 dan lanjutkan menguleni. Jika adonan sangat menempel seperti pada foto, Anda boleh menaikkan sementara hingga level 7. ※ Jika ini pertama kalinya Anda membuat roti, karena daya serap tepung berbeda-beda tergantung jenisnya, sebaiknya pada awalnya sisakan sebagian air atau bahan cair lain, lalu tambahkan sedikit demi sedikit sambil mengamati konsistensi adonan.
Setelah diuleni sekitar 6 menit, tingkat lengket adonan akan sedikit berkurang. Masukkan mentega suhu ruang yang sudah lunak, lalu uleni dengan kecepatan level 3 selama sekitar 1–2 menit hingga mentega benar-benar tercampur dan terserap.
Seiring mentega terserap ke dalam adonan, lapisan gluten akan terbentuk secara bertahap. Ubah ke kecepatan level 5–6 dan terus uleni sampai gluten berkembang dengan baik. Patokannya adalah ketika adonan dapat direnggangkan tipis hingga membentuk selaput transparan tanpa robek, dan terasa sangat elastis.
Peras mangga kering yang sudah direndam rum hingga tidak berair, masukkan ke adonan, lalu uleni dengan kecepatan level 1 selama sekitar 30 detik agar tercampur merata ke seluruh adonan.
Bulatkan adonan hingga rapi dan atur supaya suhu adonan sekitar 26℃. Masukkan ke dalam wadah dan lakukan fermentasi pertama pada suhu 28℃ dengan kelembapan 75% selama kurang lebih 60 menit.
Fermentasikan kembali pada suhu 28℃ dengan kelembapan 75% selama kurang lebih 50 menit lagi, hingga volume adonan mengembang sekitar 2,5 kali lipat.
Setelah fermentasi selesai, keluarkan adonan dengan hati-hati dari wadah.
Tarik adonan dengan hati-hati agar tidak robek, lalu bagi menjadi potongan-potongan dengan berat sekitar 260 g per buah.
Bulatkan masing-masing potongan adonan, lalu diamkan (bench time) pada suhu 28℃ dengan kelembapan 80% selama sekitar 20 menit agar adonan beristirahat.
Ambil satu adonan yang sudah cukup rileks, lalu bentangkan seperti pada foto sambil mengeluarkan gas yang tersisa di bagian tepi.
Balikkan adonan, lalu lipat kedua ujung kiri dan kanan ke arah tengah sehingga kedua ujung tersebut saling tumpang tindih sekitar 1/3 lebar adonan.
Gunakan rolling pin untuk menggiling adonan sedikit memanjang searah panjangnya.
Gulung adonan dari sisi bawah ke arah atas hingga membentuk silinder panjang.
Bentuk semua sisa adonan dengan cara yang sama, lalu susun rapi di dalam loyang roti tawar berbentuk kubus.
Lakukan fermentasi kedua pada suhu sekitar 32℃ dengan kelembapan 80%, hingga adonan mengembang kira-kira mencapai 70% tinggi loyang. Fermentasi dianggap selesai ketika permukaan roti jika ditekan perlahan dengan ujung jari meninggalkan bekas yang kembali dengan lambat.
Panaskan terlebih dahulu oven konveksi hingga sekitar 155℃, lalu panggang selama kurang lebih 22 menit. Jika menggunakan oven biasa (bukan konveksi), sesuaikan suhu dan waktu berdasarkan pengaturan yang biasa Anda gunakan untuk memanggang roti tawar berbentuk kotak atau roti tawar sandwich dengan ukuran serupa.
Setelah matang, keluarkan dari oven, ketuk loyang dengan ringan untuk mengeluarkan uap air, lalu segera keluarkan roti dari loyang.