Roti Cepat Nanas dan Pisang|Pangguan Manis yang Sehat
【Seri "Quick Bread"】 Quick bread kami adalah kumpulan resep yang memungkinkan Anda menikmati berbagai kombinasi rasa. Kali ini kami menggunakan pisang matang dan nanas kaleng yang sudah dibuka. Saat keduanya dipanggang bersama, seketika tercipta suasana tropis penuh nuansa musim panas. 【Tekstur】 Dibandingkan dengan roti blueberry yang saya buat beberapa hari lalu, versi kali ini hasilnya lebih empuk, ringan, dan lembut. Setiap gigitan berisi potongan nanas yang besar, sangat segar dan cocok untuk musim panas. 【Loyang】 Loyang yang digunakan: loyang roti berlapis anodized dari Fat Daddio's Ukuran: 6 3/8 × 3 3/4 × 2 3/4 inci (16 × 9,5 × 7 cm) Setelah dicek, di Tiongkok ukuran loyang yang hampir sama adalah loyang roti SN2128 dari San Neng. Seluruh takaran menggunakan cangkir dan sendok standar. 1 cup = 240 ml 1 tablespoon = 15 ml 1/2 tablespoon = 7,5 ml 1 teaspoon = 5 ml 1/2 teaspoon = 2,5 ml 1/4 teaspoon = 1,25 ml A pinch = jumlah yang tercubit dengan ibu jari dan telunjuk Bagi yang baru mulai membuat quick bread, disarankan membaca dulu poin-poin dasar. Jika masih ada yang tidak jelas, sebelum bertanya mohon baca tulisan di bawah ini beberapa kali: http://weibo.com/ttarticle/p/show?id=2309404038181522644052#_0 Resep quick bread lainnya bisa dilihat di sini: https://www.xiachufang.com/recipe_list/102450607/
Bahan-bahan
Langkah-langkah
【Mencampur bahan cair】 Masukkan semua bahan cair ke dalam mangkuk mengikuti urutan yang tertulis di resep, lalu aduk hingga tercampur rata. Sisihkan.
Tuangkan bahan cair ke dalam mangkuk berisi bahan kering. Aduk adonan dengan gerakan "mengangkat dan melipat" (jangan diaduk memutar seperti menggambar lingkaran). Saat kurang lebih masih tersisa sekitar setengah bagian tepung yang belum tercampur, masukkan kacang cincang. Ulangi gerakan mengangkat dan melipat perlahan hingga tidak terlihat tepung kering. Jangan mengaduk berlebihan! Kekentalan adonan yang tepat: kental dan agak pekat, tetapi masih bisa dituangkan sekaligus ke dalam loyang. Taburkan coconut fine secara merata di permukaan, lalu taburi tipis dan rata garam laut halus di atasnya. Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan permukaan dengan sendok. Panggang selama kurang lebih 50–55 menit, dan bila tusuk sate yang ditusukkan ke bagian tengah keluar bersih, berarti sudah matang. ※ Waktu memanggang dapat bervariasi tergantung bentuk loyang yang digunakan (dalam dan lebarnya), suhu aktual oven, dan suhu bahan. Waktu yang tertulis di sini hanya sebagai acuan berdasarkan loyang yang saya gunakan. Patokan kematangan: tusuk sate yang ditusuk ke bagian tengah hampir tidak berlumur adonan dan keluar dalam keadaan bersih.
Setelah matang, keluarkan loyang dari oven dan biarkan selama kurang lebih 2 menit dengan roti tetap di dalam loyang. Setelah itu lepaskan dari loyang, dinginkan di atas rak pendingin kue hingga benar-benar dingin, lalu iris. Munculnya retakan di permukaan quick bread adalah hal yang sangat umum. 【Penyimpanan】 Jika diiris lalu disimpan di kulkas, bisa bertahan sekitar 3 hari. Sebelum dimakan, panaskan di microwave selama 15–20 detik agar kembali empuk dan lembut. Untuk penyimpanan beku, bisa tahan hingga sekitar 1 bulan. Irisan roti juga enak jika dipanggang (toast) sebelum dimakan. Kurang disarankan dimakan dalam keadaan dingin langsung dari kulkas. 【Saran penyajian】 Sajikan bersama susu.
Jika roti sangat padat, dan meskipun waktu panggang sudah diperpanjang cukup lama bagian tengahnya masih lembap, dengan penampang yang terlihat agak transparan dan kenyal seperti karet, ini adalah contoh kegagalan yang khas. Penyebab yang paling mungkin adalah "adonan terlalu banyak diaduk". Untuk penjelasan lebih rinci, silakan lihat tautan berikut: http://weibo.com/ttarticle/p/show?id=2309404038181522644052#_0
Di sini akan dijelaskan perbedaan antara kelembapan berlebih dan perkembangan gluten berlebih akibat pengadukan yang terlalu banyak. Pisang yang digunakan kali ini sangat matang sehingga kadar airnya cukup tinggi. Dilihat dari hasil panggangan, crumb (bagian dalam) memang lebih lembap dan agak lengket dibanding biasanya. Namun, keadaannya jelas berbeda dengan adonan yang terlalu banyak diaduk hingga membentuk struktur yang padat dan kenyal. Walaupun sedikit lebih lembap dan agak lengket, penampang roti tetap memiliki tinggi yang cukup, empuk, permukaannya retak, dan terdapat banyak rongga udara. Dalam kasus seperti ini, masalahnya hanya kadar air yang sedikit lebih tinggi, bukannya gluten yang berkembang berlebihan. Jika gluten terbentuk terlalu banyak, bagian dalam akan berubah menjadi gumpalan padat, setengah transparan, dan kenyal seperti karet. Meski demikian, hal ini tidak serta-merta mengurangi kenikmatan saat dimakan. Setelah benar-benar dingin, teksturnya justru terasa sangat juicy dan lembap.
Ini adalah santan yang digunakan kali ini.