Wafel Empuk (Versi dengan Ragi)
Setelah tiga hari penuh merasa seperti tikus percobaan kecil π dan terus-menerus melakukan uji coba, akhirnya saya sampai pada kesimpulan berikut. Wafel dengan ragi bukan hanya lebih sehat dibanding wafel dengan baking powder, tetapi juga jauh lebih lembut dan empuk ketika dipanggang π€¨π
Bahan-bahan
Langkah-langkah
Siapkan semua bahan, lalu terlebih dahulu campur telur kocok lepas, gula, dan mentega leleh hingga tercampur rata dan licin. Setelah itu, tuang susu suhu ruang sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga tercampur baik setiap kali penambahan.
Masukkan campuran bahan kering yang sudah disiapkan sebelumnya dengan cara diayak sedikit demi sedikit agar tidak menggumpal. Aduk hingga adonan menjadi licin, lalu masukkan garam dan terus aduk sampai adonan menjadi lebih halus dan mengilap.
Tutup mangkuk adonan dengan plastik wrap dan biarkan fermentasi pada suhu ruang selama kurang lebih 50 menit (bisa sedikit lebih lama di musim dingin). Fermentasi dianggap selesai ketika gelembung-gelembung kecil mulai muncul di permukaan adonan.
Panaskan alat pembuat wafel di kedua sisi selama kurang lebih 2β3 menit hingga benar-benar panas.
Oles tipis minyak secara merata di bagian dalam cetakan wafel, lalu tuang sekitar 1/3 adonan (kurang lebih 100g) dan ratakan dengan sendok.
Ketika gelembung-gelembung kecil mulai muncul di permukaan adonan, tutup alat wafel dan panggang sekitar 1 menit. Balikkan, lalu panggang lagi sekitar 1 menit (selalu gunakan api kecil). Jika ingin memeriksa tingkat kecokelatan wafel, boleh membuka tutupnya sebentar di tengah proses memanggang.
Setelah dipanggang 2β3 menit, wafel yang empuk dan lembut pun siap. Biarkan sebentar di atas rak pendingin kue sampai uap panasnya berkurang π€ Coba sajikan bersama selai, krim yoghurt, atau krim kocok. Jika Anda pencinta durian, isian durian juga sangat cocok dan lezat sekali ππ